jump to navigation

From Pebble To Rebble August 23, 2018

Posted by haryoktav in What's news.
trackback

Pebble adalah smartwatch yang dikeluarkan lewat Kickstarter pada tahun 2013, dan diskontinu pada akhir 2016, setelah diakuisisi oleh FitBit (https://en.wikipedia.org/wiki/Pebble_(watch)). Setelah diakuisisi, harga Pebble 2 HR yang baru dirilis Mei 2016, langsung terjun bebas di Amazon ke level 8000 yen (used ^^). Langsung deh, saya order.

Yang membuat jatuh hati pada Pebble 2 HR adalah: akhirnya bisa demonstrasi teknologi terkini, bentuknya kekinian ketimbang generasi pertama, baterai yang bisa sampai 7 hari, display always on, ada heart-rate-nya, bisa jalan di Android atau iOS, dan ada SDK-nya sehingga bisa di-oprek walaupun ndak pernah sempat. Sayang umurnya tidak panjang dan harus menyerah di tangan FitBit. Dunia memang kejam, kata sinetron.

Setelah diakuisisi FitBit akhir 2016, support untuk Pebble hanya diberikan selama setahun. Dan tahun 2018 ini, server Pebble telah di-shutdown.. **nangis sejenak** Namun, ternyata ada orang-orang disana yang berusaha menghidupkan atau mempertahankan hidup si Pebble dengan me-rilis: Rebble! (http://rebble.io/)

Dengan membuka akun di https://auth.rebble.io/ pada smartphone yang telah diinstal aplikasi Pebble sebelumnya, kemudian akan berlanjut ke https://boot.rebble.io/, dimana ada tombol Switch To Rebble. Setelah di-klik, aplikasi Pebble akan terbuka, dan ada notifikasi apakah Rebble sebagai 3rd party diizinkan untuk mengakses aplikasi Pebble. OKAY! Dan wushh.. aplikasi Pebble terkoneksi dengan cloud Rebble.

Apa yang terjadi berikutnya? Entahlah… ^^

%d bloggers like this: