jump to navigation

What is DSP? Why DSP? December 19, 2008

Posted by haryoktav in Interest.
trackback

Dilihat dari konteks, bisa kepanjangan dari Digital Signal Processing (DSP/algoritma/metode) atau Digital Signal Processors (DSPs/hardware/sebuah IC).

Digital Signal Processing adalah sebuah metode untuk memproses sinyal analog (diwakili oleh rangkaian bilangan) menggunakan teknik matematis untuk melakukan transformasi atau mengambil informasi. Atau definisi lain yang bagus: metode untuk memproses sinyal analog pada domain digital.

Sinyal analog: yang kita rasakan, misal bunyi, cahaya, suhu, tekanan, tegangan listrik.
Sinyal digital: diwakili bilangan 0 dan 1 (biner)

Urutan sistem biasanya seperti ini:  Sinyal analog » transducer » ADC » prosesing » DAC » sinyal analog

Contoh aplikasi DSP

Contoh aplikasi DSP

Hasilnya adalah suara yang bersih, tanpa echo. Inilah penjelasan dasar dari apa yang dilakukan DSP. DSPs mengambil sinyal digital dan memprosesnya untuk memperbaiki kualitas sinyal. Perbaikan ini mungkin dengan suara yang lebih jernih, gambar yang tajam atau data yang sangat cepat. Kemampuan untuk memperbaiki sinyal ini membuat terobosan baru seperti membawa musik internet dan broadband ke rumah menjadi mungkin.

Anda akan menemukan Digital Signal Processors (DSPs) sebagai jantung dari handphone, audio dan video players, kamera digital, infrastruktur telephony, sistem kontrol motor, dan bahkan pada peralatan biometric security.

Mengapa harus beralih ke dunia digital dengan DSP? Tulisan berikut diambil dari http://focus.ti.com/dsp/docs/dspsupporto.tsp?sectionId=4&tabId=1443#what_why

Aplikasi-aplikasi seperti handphone, audio/video player dan yang disebut diatas bekerja dengan sebuah sinyal atau aliran data. Dan selama beberapa dekade lalu, dapat diambil beberapa kelebihan untuk memproses data dalam dunia digital dibanding dengan dunia analog:

  • Sinyal digital bisa dikirim lebih jauh dari sinyal analog tanpa kerusakan data
  • Proses filterisasi atau pembersihan sinyal analog membutuhkan komponen yang banyak dan mahal sedangkan filterisasi secara digital dibuat dengan program yang fleksibel
  • Bekerja pada dunia digital mempermudah meningkatkan pemrosesan sinyal. Termasuk efeknya, pengaturan resolusi atau kecepatan proses, dan berganti protokol untuk meningkatkan kerjasama antar divais
  • Sinyal digital dapat diduplikasi secara sempurna, misalnya data lagu atau video dalam bentuk keping, sangat memungkinkan untuk membuat dulpikat dengan kualitas sama seperti aslinya, dibanding dengan salinan analog (misal pita kaset) yang akan menurun kualitasnya setelah disalin
  • Perbaikan kualitas sinyal atau kepadatan kanal merupakan persoalan dari peningkatan unjuk kerja dari DSP itu sendiri
  • DSPs dapat diprogram ulang, sehingga Anda dapat meningkatkan kualitas barang tersebut dengan memprogram lagi, tanpa harus mengganti perangkat kerasnya.

Bagus mana DSPs dibanding dengan ASICs (Application Specific ICs), ASSP (Application Specific Standard Product), FPGA (Field-Programmable Gate Array), dan GPP (General Purpose Processor) ?

Jawabannya tentu bergantung pada aplikasi yang akan dibuat. Selama kebutuhan real-time tercapai dan harga dapat bersaing, bebas memilih.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: