jump to navigation

Potong rambut December 6, 2008

Posted by haryoktav in What's news.
trackback

Sejak awal berangkat ke Taipei, 10 September 2008, seharusnya rambut ini sudah terjadwal untuk dicukur tetapi keburu berangkat. Nah, 6 Desember kemarin akhirnya baru cukur rambut. Hampir 5,5 bulan…hehe.  Ini rekor terlama yang pernah tercatat. Lho kenapa? Sebenarnya di kampus ada tukang cukur, tapi kalau ngomongnya kliru bisa dibabat habis nih rambut.

Sabtu ini diajak Deari, bersama Luly ke daerah Taipei Main Station (TMS). Berangkat sekitar jam 11.30 siang dengan sepeda ke stasiun Gongguan, anginnya duingin kayak masuk kulkas, lalu naik Metropolitan Rapid Transit (MRT) ke TMS, keluar ke gate M7. Dari mulut gate M7, jalan kekiri lalu masuk gang pertama. Disini saya kaget, lho, lha kok banyak tulisan bahasa Indonesia, mulai dari titipan kilat, warung joged, kirim uang dan warung makanan rasa Indonesia. Lalu belok kanan sampai ujung, ada salon milik mas Dodo dan mbak Ria. Pas datang masih kosong!.. Syukurlah. Mas Dodo kenal baik dengan Deari dan kakaknya pas dulu kuliah di Taipei, tapi beliau sedang ada di Indo. Mbak Ria orangnya baik, kita dibuatkan kopi susu panas (bukan gara-gara dikasih minuman lho, terus ditulis baek…hehe). Mbak Ria menyewa tempat salon ini. Sewanya 20.000 NT perbulan, dan kalau nyewa DP 3 bulan. Mbak Ria sudah 5 tahun di Taipei. Kres..kress.. dipotong.. dicuci.. dikeringkan dengan hair-drayer lalu diberi foam. Wah, hasilnya sangat memuaskan. Ongkos potong 250NT (tapi kami diberi harga special…). Setelah kami hampir selesai, mulai ada pelanggan datang, umumnya pada pencari kerja dari Indonesia. Jam 1.30 selesai, kami pamit pulang. Makasih mbak Ria.. makasih Deari.. sering-sering ngajak ya.. biar dapet diskon.. hehe.

Lanjut ke Western Union (WU), di seberang salon itu, di BuPing road. Deari kirim uang. Oo.. ternyata di WU lebih murah ongkosnya. Saat itu kursnya 352.6 dan ongkos kirim 299 di-diskon 100. Dan sampai di Indo dalam 5 menit, bisa diambil ke cabang2 WU, seperti kantor pos atau BNI, Mandiri, dsb. Dibanding saya selasa lalu, kirim uang ke toko Indojaya, kursnya 360 (lebih tinggi saat itu) dengan ongkos 250NT.

Kemudian lanjut makan siang di warung Indo, pemiliknya orang Jakarta, sudah 6 tahun di Taipei. Kita makan nasi kuning, hati ayam, rendang, mi goreng, krupuk dan air putih, habis 135NT. Jam 14.30, kita pulang Karena takut keburu duhurnya habis jam 15.29. Wuih.. Perjalanan yang menyenangkan.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: